Islam, ibadah dan poligami..

Saya sedang belajar untuk beragama.. untuk menjadi manusia yang lebih baik.. saya belajar untuk solat.. saya belajar berdzikir.. dan saya belajar untuk lebih pasrah.. untuk tetap berusaha tapi lebih pasrah.. seperti orang lain yang beragama bukan karena diturunkan tapi karena kemauan, saya merindukan untuk dibimbing oleh Allah agar bisa menjalankan kehidupan yang lebih islamiah.. dan insyaallah dimasa yang akan datang apabila saya diberikan keturunan saya bisa berhasil membesarkan mereka dengan mencintai Allah.. patuh dan takut dan menjalankan perintahNya..

Agama saya Islam.. tapi saya belum tergolong muslim.. Islam adalah agama KTP saya.. kenapa? karena walaupun saya berusaha untuk solat.. berusaha untuk menjadi baik.. dan alhamdulilah sudah khatam Al Quran.. sejujurnya saya belum membaca bahkan 10% pun arti di bahasa indonesia dari Al Quran itu sendiri.. yang berarti saya sekarang menjalankan agama bukan dari Ajaran Allah melainkan dari kata2 orang2 lain mulut kemulut.. turun dari generasi ke generasi.. yang berarti saya bertingkah bodoh.. dimana bertingkah bodoh itu adalah dilarang.. dilarang di dalam Al Quran..

Jadi saya belum bisa dengan bangga berkata saya adalah orang Islam.. saya melihat kata2 tersebut seperti apabila seseorang berhasil diwisuda.. nah saya masih pelajar.. pelajar yang masih bodoh.. tapi saya bangga.. karena setidaknya saya mulai perlahan2 belajar.. merangkak.. kadang2 lari.. dan seringkali berjalan mundur.. tapi insyaallah atas bimbingannya suatu saat saya akan berhasil lulus.. menurut saya itu lebih baik.. lebih baik dari kiai2 yang mengaku beragama Islam.. yang mengajar dan menyebarkan ajaran agama ini.. dengan kebutaan.. dan ketulian.. dan seringkali kepentingan pribadi.. maka pada akhirnya merusak keagungan agama ini sendiri..

Jadi dengan kebodohan saya.. apabila ada satu hal yang paling saya tidak mengerti adalah bolehnya poligami dalam ajaran Islam.. sebetulnya hal yang mencetuskan saya untuk mempertimbangkan hal ini lagi adalah karena Aa Gym.. iya Aa Gym.. yang baru kawin lagi.. dan reaksi pertama dari saya adalah marah dan kecewa.. Dulu saya juga sempat bimbang.. apalagi setelah membaca artikel ini di wikipedia.. dulu saya sempat berpikir.. duh ko banyak banget yah.. ko Aisha.. pas umur 6 taun ya..

Saya pernah bertanya kepada guru agama Islam saya.. dan beliau menjelaskan.. bahwa.. kadang2 memang ada aturan2 yang kita tidak akan bisa mengerti dengan kasat mata.. bahwa aturan itu dibuat untuk kebaikan kita walau kadang2 kita mungkin belum mengerti maksud dibaliknya.. beliau juga menambahkan bahwa mungkin dan ini menurut teorinya adalah karena laki2 itu mempunyai libido lebih besar.. dimana wanita beranjak tua.. dan laki2 akan tetap selalu bertindak seperti anak muda.. dan untuk menghindari zina maka mungkin aturan tersebut dibenarkan..

Saya sebagai seorang wanita.. berkata tidak.. tidak saya menolak untuk mengerti.. apalagi saya yang berstatus sebagai pengantin baru.. karena menurut saya tidak akan ada wanita yang akan mau untuk dimadu.. hubungan pengantin berbeda dengan hubungan orang tua dengan anak2nya dimana orang tua dapat mempunyai anak sebanyak mungkin tapi tetap dapat mencintai mereka dengan adil.. menurut saya inti dari pernikahan adalah dua orang yang saling mencintai, dan saking cintanya antara satu sama lain sehingga mereka ingin meresmikan hubungan tersebut.. jadi pernikahan di kamus saya adalah hubungan ekslusif antara dua insan dan sebuah perjanjian untuk menjaga hubungan tersebut… dan apabila perjanjian tersebut dimasuki orang yang ketiga, keempat, bahkan mungkin kelima.. apa artinya? bukan lagi sebagai hubungan eksklusif antara dua orang tersebut tadi..

Tapi saya juga ingat.. ingat akan wejangan2 sebelum saya kawin.. mereka yang saya anggap lebih pintar dari saya berkata .. pernikahan itu tidak akan sempurna.. pernikahan itu bukan hanya berdasarkan cinta atas dua pasangan… tetapi jauh lebih agung daripada itu.. cinta akan hilang.. dan tumbuh.. penampilan akan berganti dan meredup.. masalah akan sering menghantam..

Mereka mengajarkan kepada saya bahwa pernikahan itu adalah ibadah.. ibadah kepada Allah.. pernikahan itu bahkan juga digambarkan sebagai setengah dari arti agama itu sendiri.. kenapa begitu.. menurut saya.. dengan kebodohan dan ilmu saya yang terbatas.. saya mempunyai teori saya sendiri.. buat saya mungkin maksud mereka adalah dengan menikah.. dan menjalankan pernikahan sebaik mungkin.. secara tidak langsung kita telah berusaha untuk membantu menjaga keseimbangan didunia yang makin terpuruk ini.. Insyaallah keluarga yang harmonis akan melahirkan keturunan2 yg harmonis.. manusia2 yang hidup didalam lingkupan keluarga yang bahagia.. dan manusia2 yang bersinggungan dengan keluarga2 yang bahagia insyaallah akan berusaha untuk mempertahankan dan menyebarkankan energi positif tersebut..

Sehingga dengan pegangan bahwa pernikahan itu sebenernya adalah sebuah ibadah.. yang justru jauh dari arti kata nafsu terhadap sesama.. insyaallah akan membantu insan2 yang sedang menjalankannya untuk bertahan menghadapi badai.. karena apabila kita mulai pernikahan dengan nafsu.. maka begitu nafsu tersebut menghilang berganti dengan masalah dan perasaan hambar maka secepat itupun pernikahan tersebut berubah dari ibadah menjadi dosa.. sedangakan apabila kita memulai dari tujuan untuk beribadah.. dan berbuat sebaik mungkin terhadap satu sama lain.. maka insyaallah cinta dan kebahagiaanpun akan tetap terjaga..

Sejujurnya saya menikah karena cinta dan nafsu.. dan sekarang saya sedang belajar untuk beribadah.. sehingga saya belum dapat dengan bangga mengambil kredit bahwa saya sudah berhasil dalam menjalankan teori saya sendiri itu.. tapi saya insyaallah sedang berusaha untuk mengimplementasikannya terhadap keluarga kecil kami.. perjalanan kami masih panjang.. jadi saya belum bisa berkata bahwa ya kami telah berhasil dalam ibadah kami..

Kembali kepada masalah poligami.. dengan mempertimbangkan pemikiran diatas tersebut.. saya jadi berpikir lebih jauh.. apakah tujuan Allah untuk mengiyakan poligami adalah mungkin bukan untuk merugikan kaum wanita.. seperti yang mungkin akan tersirat pertama kali kata2 tersebut terdengar di kuping siapapun.. tapi malah untuk melindungi sebanyak mungkin wanita? yang pada akhirnya kembali lagi untuk menciptakan dan malah melipatgandakan suasana dan lingkungan turun temurun yang berenergi positif itu tadi?

Akan tetapi untuk dapat mempertahankan sebuah perkawinan antara dua orang.. untuk dapat beribadah sebaik mungkin dijalan Allah.. Agar dapat menciptakan suasana harmonis.. membutuhkan banyak tenaga, pengertian dan kesabaran.. Apalagi, seorang suami.. sebagai kepala keluarga.. mempunyai tanggung jawab yang sangat besar..

Nah, apabila dalam pernikahan biasa dimana terdapat dua insan saja dibutuhkan banyak sekali tenaga.. apalagi dalam keluarga yang menjalankan poligami? Buat saya seorang suami dan ayah yang membawa kehidupan poligami kedalam keluarganya haruslah seorang yang luar biasa.. Beliau harus seseorang yang sangat pintar, adil dan bijak.. selain tentunya bertanggung jawab dan mapan..

Saya rasa prinsip ini yang sering hilang dan dilupakan di kepala2 para suami2 yang menjalankan poligami.. Poligami sesuatu yang semustinya dapat membawa banyak pahala bagi sebuah keluarga.. jadi seringkali disalah gunakan untuk menuruti nafsu dan kata hati para suami.. dan dalam prosesnya akhirnya merugikan banyak hati dan perasaan para wanita…

5 Responses to “Islam, ibadah dan poligami..”

  1. Adhe Says:

    kemarin, gue ke rumah nyokap. sembari ngasih buku “SAKINAH” oleh AA Gym, nyokap ngomel tentang keputusan AA Gym beristeri lagi. Dia bilang, AA akan kehilangan banyak penggemar yang kecewa krn dia kawin lagi *termasuk nyokap sendiri*. Lucunya, bokap menengahi dan sang suami tersenyum menang! apakah maksudnya? yang pasti, gue juga bukan pendukung poligami DAN poliandri. karena kita hanyalah manusia biasa, yang mencoba menjadikan pernikahan sebagai ibadah!

  2. Felia Says:

    hmmm iya aku juga denger dan was disappointed!!! 2 adults in relationship is hard enough let alone 3 adults….

  3. Nat Says:

    Mungkin, Dit, Aa Gym lah orang yang luar biasa itu. Yang adil, pintar dan bijak, selain tentunya juga sangat bertanggung jawab dan mapan. Siapalah kita yang tiba-tiba harus merasa pantas ber-prejudice terhadap manusia lainnya. Apapun yang besar pasti akan tergerak untuk bercabang. Kecuali restoran cina Mandala yang ada di Santa.

  4. Argadita Says:

    huehuehuehu… iya.. banyak yg kecewa… gue jg sempet.. but then again.. as mbak Nat bilang.. jangan prejudice dulu.. mungkin aja dia berhasil.. kita doain aja mreka berhasil.. soalnya biar gimana keluarganya AA kan banyak dipanut orang banyak..

    cuman kalo gue sii idiiiiih amit2.. kalo laki gue minta poligami.. ya Allah.. by d way restoran cina mandala kayaknya enak banget deh.. gue pengen gituu..

  5. ekSi Says:

    Bahaya-nya beragama karena melihat “tokoh” saat sang “tokoh” berbuat diluar “pengharapan” kita atau yang kita anggap “normal”, maka kita akan kecewa :D Aa Gym manusia biasa. Gue juga kecewa. Mungkin mulai sekarang harus belajar mendengar apa yang di omongin, bukannya melihat siapa yang ngomong :D Btw, mie Mandala di Santa itu udah halal lhooo.. ;)

Leave a Reply