Advertising Job Desk..

Quoted from Cabe Ijo

Menurut beberapa sumber yang bisa dipercaya

1. Visualizer
merupakan orang yang bertanggung jawab untuk menggambarkan (secara harfiah mengambar baik secara manual maupun menggunakan medium hard ware & soft ware tertentu…) sebuah konsep agar dapat lebih di mengerti oleh target konsep. Adapun gambar di sini dapat berupa : sketsa b/w, ilustrasi full color (apapun stylenya), cut paste dari majalah ataupun image bank (getty image contohnya), sampai ke rough computer generated image (via editan photoshop or something)

2. Graphic Artis
seseorang yang berkemampuan (mempunyai sense of art) dalam mengkomposisikan gambar2 hasil visualizer dengan arahan dari art director.
Seorang grphic artis yang baik (saat ini) di tuntut untuk mempunyai kemampuan desktop publishing (pra cetak, color guide dan digital imaging) yang baik agar dapat mempresentasikan F/a (finish artwork) secara baik adanya dan persis dengan hasil akhir yang akan publish. apabila grphic designer tersebut gagal mencapai warna, layout, dan komposisi yang diarahkan oleh art director, maka orang tersebut gagal dalam mewujudkan sebuah karya (art work) yang proper.

3. Art Director
seseorang yang mempunyai sense of “line of gaze” (garis/pola/arah mata manusia dalam mengamati sebuah objek). dalam pekerjaannya sehari-hari seorang art director yang baik harus dapat menetukan “style” dari art worknya agar sesuai dengan strategy yang telah dirumuskan oleh seorang creative director.
Strategi2 tersebut dalam garis besar terbagi dalam artwork hard sell, soft sell, atau brand communication dan PR (testimoni, advertorial, artikel) apabila sebuah artwork yang diarahkan untuk PR tervisualkan sebagai kommersial, maka dapat dipastikan artwork tersebut gagal.
Sebagai contoh : apabila iklan (print ad) Mc. D menampilkan sosok seorang perempuan cantik dengan baju “gaul” dan berkata selamatkan dunia dari perang, maka inti dari komunikasi yaitu memberitahuan bahwa Mc. D merupakan corporate dengan local content yang tinggi akan gagal terkomunikasi.

4. Copy Writer
merupakan orang yang bertanggung jawab untuk menjaga pakem strategi kreatif dengan sebaik-baiknya melalui tulisan-tulisan yang sesuai. seorang copy writer yang baik harus mempunyai dasar kemampuan riset, analogy strategy dan thematic yang baik, ditambah lagi dengan kemapuan verbal yang lancar untuk dapat memenangkan “hati” targetnya. apabila copy writer berpikir sebagai seorang writer, maka ia akan kehilangan sedikitnya 80 persen dari inti permasalahan, karena ia gagal menciptakan sebuah headline yang “mengena”

5. Creative Director
adalah orang yang mampu berpikir secara stategic, faktual dan menjual. dalam kata lain ia mempunyai pengetahuan yang luas meliputi displin keilmuan :
ekonomi, sosial, budaya, riset dan art. tanpa gabungan kesemuanya dapat dipastikan konsep (big idea dan communication platformnya) akan ngawur dan akan menghasilkan karya yang indah tapi tidak mempunyai arti.
karena inti dari karya kreatif sesungguhnya adalah mengkomunikasikan sebuah pesan yang tajam kepada targetnya agar targetnya melakuakan salah satu atau dua dari beberapa objective berikut: aware, interest, buy & comfort.

6. Client Service (acc. executive, acc. manager & director)
merupakan orang2 yang berkemampuan menangkap maksud dari klien yang diterjemahkan dalam sebuah brief kreatif yang jelas dan membantu tim kreatif
dalam membangun strategi yang tepat. sesuai keinginan klien dan target
dalam prakteknya sehari-hari kegiatan di dunia kreative adalah sebuah kerja tim yang saling berpadu tidak ada sebuah jargon yang lebih tinggi atau mulia dari yang lain, karena tanpa adanya sebuah elemen, maka dapat dipastikan outputnya akan miskin.

—————

immutable laws of marketing
#1: it’s better to be the first than it is to be better
#2: if you can’t be the first in a category, set up a new category where you can be first in …

[source]

Leave a Reply